Wednesday, 10 February 2010

Bang TAGOR Si Peramal Jalanan

"Siapa bilang tukang-gorengan ga bisa ngeramal?"


Ide ini terfikir spontan waktu disela-sela meeting bulanan di kantor. Waktu itu diatas meja lagi disajiin banyak banget gorengan buat bekal pas meeting. Ga tau kenapa gorengan-gorengan itu kayak meng-onani otak gw buat ber-ide tentang mereka. Tiba-tiba aja mereka hidup sambil menari poco-poco dipikiran gw. *blash!* gw ga dalam pengaruh alkohol atau pun obat diet waktu itu. Dari sana akhirnya gw mensinergikan antara fenomena ramal-meramal dan gorengan. Dan ini dia hasil nya :

Sebut aja namanya Mr. Tagor (tagor = tukang-gorengan) yang akan meramal dan ngebaca watak anda dari kebiasan anda yaitu gorengan apa yang bakal anda makan pertama kali diantara gorengan-gorengan lain.


1. Pisang Goreng / Molen
Menurut amat hemat Mr. Tagor, anda merupakan tipikal anak yang manis diantara teman yang lain. Dan karakter molen yang montok-padat berisi juga terbawa dalam diri anda, sehingga banyak orang tergoda untuk berkenalan dengan anda. Tapi Mr. Tagor saranin, berhati-hatilah dengan ke-montok-an anda,karena itu bisa juga jadi boomerang buat anda. Tidak menutup kemungkinan, banyak orang di luar sana yang pengen bertindak negatif terhadap anda akibat tidak tahan dengan ke-montok-an anda. Ingat! Kejahatan bukan hanya datang dari niat pelaku, tapi juga ada ke-montok-an, waspadalah! Waspadalah!!


2. Bakwan
Kalau kata Mr. Tagor, anda merupakan orang yang rame dan penuh warna-warni. Anda juga dianugerahi kelebihan dalam menghadapi kehidupan, yang sulit ditandingi oleh temna yang lain. Hidup anda akan terasa sangat manis, bila anda berhasil menemukan "kecap" kehidupan. Hidup anda juga bisa getir, bila anda menghadapi "sambal" kehidupan. Dan bila anda bertemu dengan "rawit" kehidupan, anda juga bisa meringis-perih. Seorang bakwan akan tetap tegar menghadapi itu semua dan tetap dipandang enak bagi orang lain. Satu pesan terakhir dari Mr. Tagor, apapun makanannya, minumnya tetap teh botol sosro.


3. Tahu isi
Dari penerawangan Mr. Tagor, anda terlalu lembek dalam menghadapi kehidupan. Hal itu yang membuat orang-orang memandang anda sebelah mata (lebih kepada mata mereka kelilipan sih). Namun kamu punya potensi yang jarang diketahui orang lain dan potensi itu bisa membalikkan pandangan orang-orang terhadap diri anda, karena anda adalah tahu isi. Anda punya 'isi' yang luar biasa. Isi yang Mr. Tagor maksud adalah pemikiran dan talenta anda. Perlu mengusik ke-lembek-an anda dulu, baru anda akan terasa isinya. Tapi anda tidak perlu takut, karena Mr. Tagor tau ada yang jauh lebih lembek dari anda yaitu tai ayam.


4. Tempe / mendoan
Mr. Tagor bisa membaca watak seorang tempe (/mendoan) yang paling jelas yaitu anda adalah tipikal anak yang merakyat dan down-to-earth. Mungkin karena basic anda yang juga dari bawah, banyak orang yang respect dengan anda. Tingkat kepopuleran anda setara dengan pisang goreng (/molen) tapi degan level yang berbeda. Spontanitas anda jadi daya tarik tersendiri tapi hati-hati juga tiap kali anda mengambil keputusan, karena anda cenderung kurang matang dalam mengambil keputusan akibat anda terlalu bertumpu terhadap spontanitas anda. Kalau boleh Mr. Tagor berpesan, anda juga tidak perlu terlalu matang karena itu akan membuat anda menjadi keripik tempe, yang renyah tapi rapuh. Jadi intinya mendoan papat, es teh, rokok setunggal, pinten bu?


5. Ubi
Mr. Tagor ngeliat kamu sebagai orang yang jadi alternatif diantara temen-temen kamu yang lain. Kamu ga perlu berkecil hati, justru kamu adalah orang yang amat sangat bisa diandelin. Saran Mr. Tagor, kamu emang perlu lebih berani lagi buat show-off. Karena kamu punya sifat wibawa dan ke-ibu-an yang ngebuat orang jadi nyaman disekitar kamu, ya karena kamu adalah ubi (dibalik : ibu)


Thursday, 14 January 2010

EDGAR & Dunianya : Pembalut Raksasa


Udah dua minggu ini Semarang diguyur hujan terus. Cuaca begini sebenernya kayak 2 sisi mata uang buat Edgar. Sisi pertama karena udara jadi adem (FYI : suhu di Semarang bisa 38°C di hari biasa) dan Edgar adalah mahluk-buntelan-kapuk yang paling gampang keringetan, makanya dia seneng banget ama cuacanya. Tapi di sisi lain, kalo lagi hujan kayak gini, bisa jadi PR banget buat Edgar. Dia jadi harus kerja keras banting tulang menguras tenaga hingga bercucuran keringat dan air mata (agak lebay sih) buat bersihin kamar kosannya yang mendadak jadi kolam gara-garanya adalah langit-langit kosan Edgar itu nggak pake pembalut alias bocor. Udah dari dua minggu yang lalu juga Edgar ngelaporin masalah ini ke Ibu Kosan (yang tidak mau disebut namanya), induk semang kosan Edgar dan sampai sekarang pun masih aja belum ada tindak lanjut dari si empu nya kosan. Alasannya bisa macem-macem mulai dari dia (Ibu Kosan) lagi sibuk arisan lah, keluarganya (Ibu Kosan) lagi ada yang dateng dari luar kota, superman sekarang hobi makan singkong lah (cari sendiri ya korelasinya) dan seribu pangkat sejuta alasan lainnya.

Makanya Edgar udah “begah” banget dan ngebuletin tekad dan perut (yang ini sih udah jelas), kalo sampe 3 hari ini belum juga ada itikad baik Ibu Kosan, dia bakal ngaduin kasus ini ke KPK alias Komisi Pemberantasan Kebocoran (ya nggak segitunya lah), maksudnya dia bakal pindah kosan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.

Tapi masih ada tanda tanya besar di otak Edgar. Nggak segampang itu juga dia bisa pindah kosan, nggak segampang kalo lo harus cebok pake kaki kanan (salut gw sama lo). Terlalu banyak pertimbangan juga buat Edgar harus angkat pantat dari situ. Pertama, susah banget nyari kosan yang murahnya gila-gilaan kayak kosannya sekarang disaat harga-harga semakin meningkat akibat naiknya harga minyak dunia (hallaaaaah….). Kedua, kosan dia sekarang bisa dibilang cukup strategis, karena dia bisa dapet sinyal wi-fi gratis dari rumah borjuis yang ada di sebelah kosannya plus di depan kosannya sekarang itu ada kosan cewek yang anak-anaknya itu suka lupa diri cuma andukkan doang keluar kamar pas mereka kelar mandi (gimana nggak bikin Edgar “ngaceng” tiap hari coba). Dan terakhir, Ibu Kosan itu masih bisa dibilang sodara jauh sama nyokapnya Edgar. Emang sih aslinya nggak ada hubungan darah antara Ibu Kosan sama nyokapnya Edgar, mereka itu cuma sahabatan aja dari SMP makanya udah sama-sama nganggep sodara satu sama lain. Dan kalo Edgar bilang ke nyokapnya kalo dia mau cabut dari kosan itu, udah pasti nyokapnya bakal ngelarang abis-abisan. Mau Edgar nyoba cabut nggak bilang-bilang pun, pasti nyokapnya bakal tau juga karena mulut Ibu Kosan bisa dibilang bawel plus bocor banget, bahkan Edgar yang notebene-nya seorang radio announcer pun kalah bawel sama Ibu Kosannya sendiri.

Edgar terus muter otak, dia coba mikir sambil kayang, hand-stand, roll depan plus makan linggis buat nemu cara keluar dari problematika yang melilit hidupnya sekarang (bahasanya berat amat ya). Hmmm..gimana ya akhirnya Edgar bisa cabut dari kosan itu atau minimal kamar kosan dia nggak bocor lagi? Apa perlu pembalut raksasa biar nggak bocor lagi? Kalo emang iya, pembalutnya yang wing atau non-wing ya?

Wednesday, 13 January 2010

Supporter #yangmudayangkreatif


“Berikan aku 1000 orang tua,
niscaya akan kucabut semeru dari akarnya,
...
Berikan aku 1 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia”

(Ir. Soekarno)